Wednesday, February 18, 2009

Hari-hari Error

Teman -teman gw emang eror sama kek gw :

Pindah Agama
Setting : Soto Ceker

Mpo : Gw ada rencana cuk, pindah agama.
Gw  : Mlongo sambil nunggu kok sokernya belum datang juga
Mpo : Bosen gw lebaran terus. sekali-sekali pengen natalan or waisa gitu.
Gw  : Tetep cengok. Dengernya
Mpo : "Asyik kali ya.."
Gw  : "Emang kenapa harus pindah agama, kalo cuma bosen ma lebaran?"
Mpo : "Coba gw dulu mau pindah agama. Gw ga bakal ngejomblo sampai sekarang tuh. Bisa melalang buana sama si A**** Simamorang."
Gw : "Ngakak habis sampe perut gw sakit. "
Gw : "Mpo... Gw emang masuk kaum bitchy. Tapi ga ada sekalipun keinginan buat nyembah yang lain. Lw lagi oncom apa ya?"
Gw lagi : "Kalo lw jadian ma si simamorang itu, lw yakin dia seperkasa yang lw bayangin?"
Mpo : Ngakak habis. "Ngga."
Nahhh!
Gw : Sekali-kali kerenan dikit kalo pindah agama. Ke Budha aja.
Mpo : Iya ya.
Gw : Lw bisa ke Tibhet belajar kek Richard Gere. Sapa tau lw nyangkut jadi Bikuni di sana biar sembuhan dikit deh lw.
Xixixixixi.....

Di guna-guna
Setting : Di toilet.

Mput : Mbak, sodaranya laki gw ga jadi nikah tuh.
Gw : Kenapa?
Mput : Katanya sih diguna-guna gitu. Jadi batal deh.
Gw : Goblok banget deh pake dibatalin segala.
Mput : Ya iyalah.
Gw : Kok bukan gw ya yang diguna-guna? Coba kalo gw.. dah ga ngejomblo lagi kali ya.
Mput : Dasar lw mbak. Kumat!!! Orang pada ga suka diguna-guna lw malah pengen..

Wekekekekekeek

Mati ya Mati Aja Deh
Sumpek banget hari-hari ini. Bawaannya puyeng, sakit hati, sakit jiwa. Sampai beneran kudu ke dokter. Untung belum masuk tahap ke Psikiater.
Puncaknya pas OTW ke soker (lagi)
Mput n Mpo jalan duluan sambil ketawa-ketawa melihat muka lemes gw.
"Mbak. Si Jawa jangan ditinggal. Kasian anak orang tau!." Katanya sambil ngegandengku. "Mbak lw gandeng yang sebelah kirinya ntar jatuh."
Mau ngga mau tawa gw akhirnya meledak. Tapi masih bete. Gw lihat metro mini 72 udah dekat tapi bodoh! Mati ya mati aja deh. Gw tetap nyebrang!!
"Wei.. wei.. Cukk... Ya elah.. Lw mau mati aja ngajak2 gw" Kata mput. Gw jadi ketawa. "Kan dah gw bilang, mo mati ya mati aja. Lw jangan pake ngikut."

****
Entah kenapa gw masih saja menertawakan kedesperadoan ini. Lucu...

Tuesday, February 10, 2009

The Curious Case of Benjamin Button

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
The Curious Case Of Benjamin Button

Bagaimana perasaan anda ketika mendapati diri dilahirkan dengan urutan masa tua-dewasa-muda-anak-anak dan akhirnya mati ketika bayi.
Benjamin Button mengalaminya. Dari mulai ketika ia tidak dikehendaki dan ditelantarkan oleh Bapaknya Thomas Button si pengusaha kancing baju, hingga ia mengalami masa-masa muda di dalam tubuh dewasa kemudian akhirnya menjadi manusia sempurna dengan mata indah, senyum menarik (bisa anda bayangkan kan betapa tampannya Brad Pitt?? si pemeran Button.)
Film yang cukup menginspirasi otak manusia untuk berstimulasi lagi memaknai pentingnya menikmati takdir yang diberikan Sang Pencipta Jagad dan seisinya.
Benjamin tak pernah menyesal menjalani tiap garis hidupnya meskipun pada akhirnya ia mengetahui siapa Bapaknya, lalu ditinggalkan oleh wanita pertama yang ia cintai hanya dengan selembar surat yang berisi, “It was have nice to met you.” Atau ketika ia mendapati si “mata biru” Daysi jatuh cinta pada partner menarinya namun dengan hati lapang juga ia menerima kembali wanita yang diperankan oleh Cate Blanchett ini ketika ia tidak lagi bisa menari karena kecelakaan yang ia alami.
Benjamin juga merelakan anaknya untuk diasuh pria lain dan merelakan hidup sempurnanya dengan istri dan anaknya hanya karena keadaan tubuh yang bukannya makin menua melainkan mengecil dan membayi. Semua karena kepercayaan yang selalu diajarkan Quinee (Ibu asuhnya) kepadanya, “You never know what’s coming for you.”
Coba simak catatan di atas buku diarynya yang ia wariskan untuk anaknya ketika dewasa:

” For what it's worth: it's never too late or, in my case, too early to be whoever you want to be. There's no time limit, stop whenever you want. You can change or stay the same, there are no rules to this thing. We can make the best or the worst of it. I hope you make the best of it. And I hope you see things that startle you. I hope you feel things you never felt before. I hope you meet people with a different point of view. I hope you live a life you're proud of. If you find that you're not, I hope you have the strength to start all over again.”

Kira-kira kalo diomongin pake bahasa gaulnya gini :
“Yang paling penting yang kudu lw pegang adalah:
Ngga ada kata telat untuk ngelakuin apapun, contohnya gw yang terlalu muda untuk menjadi apapun yang lw penginin. Ngga ada batasan waktu untuk untuk berhenti kapanpun lw pengen henti. Lw bisa saja merubah diri lw atau bahkan tetap aja ngejalanin hidup yang sama seperti sekarang. Yang penting, lw bisa ngelakuin yang terbaik or yang terburuk. Tapi gw sih maunya lw ngelakuin yang terbaik. Gw juga pengen lw bisa ngerasain sesuatu yang bisa membuat lw takjub. Gw juga pengen lw bisa ngerasain hal yang lw sendiri belum pernah rasain. Gw pengen lw ketemu seseorang dengan cara pandang yang berbeda juga n lw bisa ngejalanin hidup yang membuatlw bangga. Tapi, kalau lw belum atau tidak menemukannya sama sekali, gw harap lw ngga putus asa, gw harap lw bisa nemuin kekuatan lagi untuk memulai hidup baru lagi, meskipun dari nol.

Selamat menonton yah…

Tuesday, January 27, 2009

Inginku

Aku hanya ingin tersenyum, tertawa dan tertawa lagi
seperti kala ku tanpa beban..

Aku hanya ingin melangkah dengan tawa dan canda

Wednesday, January 14, 2009

Tak ada Lagi Dirimu

Tak ada lagi yang mengatakan seksinya hitamku seperti kamu yang selalu meyakinkan bahwa berwarna itu indah daripada kulit putihnya yang menurutku kebalikannya.

Tak ada lagi yang mengacak acak rambutku sambil bilang "coba lw poni dikit deh.."

Tak ada lagi yang menawariku milo, roti bersama selai-selai kegemaran kami di kala pagi  dan berkata "Lw mau pake skippy atau Nuttela? Yang rasa apa?"

Tak ada lagi yang akan mendengarkan cerita konyolku dan bilang, "Ya Ampun Susan... lucu banget sih lw?" atau "Gw suka dengar logat Surabayamu!"

Tak ada lagi yang akan memberi nasihat tentang baju-baju perempuan yang harusnya kukenakan supaya tidak bergaya cowo habis lalu berkata, "Eh.. bagus lagi kalo lw pake rok! Ayu San!"

Tak ada lagi yang akan rese dan berisik di telingaku di tiap pagi saat kebetulan kita berangkat ke gawe masing-masing dan bilang.. "Eh, nanti aku kasih tau si... kalo jalanmu ngebut gini!" atau yang bakal mengumpati bajaj berasap hitam sambil berteriak, "Bajaj sialannnnn... polusi tau! Bikin gw bau Asap!"

Tak ada lagi perempuan aneh yang suka mlorotin celanaku di kala aku jalan, berkaca di depannya dan ngelamun di depan kamar mandi.

Tak ada lagi orang yang akan meledekku ketika aku menangis karena kangen rumah atau kangen dia. "Ye... Susan nangis.. Asyikk ada temannya..  hehehe "

Tak ada lagi teman untuk membahas berbagai bentuk dildo aspal dan original dan kebinalan lain yang asik sepertimu.

Tak ada lagi yang akan mengingatkanku, "San kita perempuan kuat, meskipun kita ga kaya, cantik seperti mereka!"

Tak ada lagi orang penakut yang suka nonton horor dengan aneh sepertimu dan menjadi sebuah komedi karena tingkahmu itu.

Tak ada lagi teman menyalakan api di kala suntuk sambil menikmati bintang di atap kos "katrok" itu

Tak ada lagi dirimu di hariku, put...

Maafin gw juga ya...
Temukan bahagia dan ceriamu kembali.
Saling berdoa ya, Cuk!!

Friday, January 9, 2009

Smile with YOUR Cloud




Senyum di balik mendung pagi Jakarta di atap kos sementara.

Poto taken by : Mput
Time : 10 Jan 2009 Sesudah habis angkat jemuran jam 7 a.m.

Tuhan...
Senyumkan aku di tiap pagiMu....

Thursday, January 8, 2009

GEMBELISME

Kalau boleh membuat paham baru maka Gembelisme merupakan konsep homeless, dan no place to run and to sleep.
Sudah hampir dua minggu saya menganut paham ini. Ke mana-mana menenteng daypack woman series  punya teman yang isinya beauty case beserta isinya, beberapa baju ganti, peralatan toiletries, dan tentunya beberapa pakaian dalam serta pernak-pernak kecil supaya ngga keliatan banget gembelnya.
Tiap pagi satu filling cabinet di kantor  saya akan saya buka dan mengumpulkan beberapa barang yang sudah saya ambil dari tempat kos saya sementara. Boss saya cuma bisa geleng-geleng melihat perlengkapan lenong saya menempati filling cabinetnya. Kemudian Menyeduh teh hangat dan cemilan kecil sambil berpikir ke mana lagi nanti saya akan tidur lalu saya akan membenamkan diri pada rutinitas kerja sampe sore kadang malam. Berharap besok adalah Sabtu atau Minggu. Supaya bisa bebas leluasa mencari tempat berteduh baru alias kos ataupun kontrakan or apartemen yang mungkin terlalu tinggi untuk dibayangkan. Yang jelas tempat yang akan membuat saya tenang. Baru saya sadar mencari tempat kos or kontrakan or apartemen hampir sama dengan mencari pacar impian. Tak bisa semudah itu "nyak nyek" "blak bluk" ataupun "prat pret", ga semudah seperti kita membuang kentut atau mencari toilet terdekat ketika kita sudah "untup-untup" alias kebelet.

Kenapa saya menggembel?
Bukan, bukan karena teman sekamar saya tak asik lagi diajak ngobrol or terjadi pertengkaran ataupun diusir Ibu kos karena telat bayar kos.Saya tetap menyenangi dan menikmati ketika bercanda ataupun bertukar cerita dan tawa binal dan kadang seram bahkan saya merindukan sekali sarapan roti ataupun memasak indomie bersamanya karena syndrome tanggal tua. Semua cuma karena keadaan yang mengharuskan saya untuk tau diri dan tidak terlibat di sana serta memilih mencari tempat yang nyaman dan tidak membuat saya bergadang ketika otak, mata dan pikiran saya ingin beristirahat.
Individualisme? Mungkin, bukankah seorang kawan mengatakan bahwa individualisme is perfectly human? Mungkin terlalu lebay? Terlalu apalah.. whatever...
Saya tidak mungkin membuat persahabatan kami hangus hanya karena masalah kecil yang saya sendiri bisa atasi meskipun harus dengan menggembel dan nomaden seperti sekarang.

Namun, kadang ada ketidakenakan tersendiri pada seseorang di sana yang mungkin berpikiran negatif tentang kenomadenan saya. Hem.. saya bisa mengerti seandainya pikiran itu muncul di benaknya. Nanti sayang, nanti jika sudah kutemukan satu petakan di mana aku bisa bebas menulis, bekerja lagi sampai terlelap, janji aku nda akan menggembel dan nomaden yang bisa membuatmu gusar.
Sekedar ingin mengingatkanmu tak mudah untukku berpaling lagi ke masa lalu...


======================
**Duh Gusti, mohon petunjuk temukan tempat untukku Minggu ini.. :)

Thursday, December 18, 2008

When It's coming.....

Tadi pagi saya sempilkan ucapan kangen saya padanya.  Rasa yang masih sama seperti pertama kali saya mulai merinduinya.
Dia diam. Tidak membalas.
Beberapa minggu lalu ketika saya sempilkan kata itu padanya, tanpa menunggu dia akan langsung menjawab, "aku juga kangen kamu." atau "Sabar sayang.." dan sesudahnya saya akan tenang dan nyaman untuk berjalan meskipun saya tidak berani menebak itu benar atau tidak.
Ah, mungkin dia terlalu sibuk atau mungkin terlalu bosan dengan ekspresi ini.
Saya diam. Hambar. Saya merasakan kehambaran sepanjang jalan itu.

Jujur saya kehilangannya. Kekendoran rasa yang ada padanya tidak bisa saya abaikan dan mau tidak mau membuat saya melek kembali mungkin tak lama lagi saya akan merasakan sakit yang sama seperti yang sudah-sudah. Ditinggalkan....

Sekarang di sini saya, berdiri tanpa bisa melakukan apa-apa lagi. Saya jedah untuk tidak merasa tersakiti atas pilihan kisah yang sempat saya ikuti. Hanya ikhlas yang ada untuk saya jalani seperti yang pernah saya untaikan pada awal hubungan ini.
Saya menunggu untuk disakiti kembali..
Dan saya yakin Tuhan Yang Maha Keren dan super mantab di Atas sana tidak akan membiarkan saya menangis sendiri. Saya yakin Tuhan akan memeluk saya seperti halnya Tuhan selalu memeluk mimpi-mimpi dan keinginan saya. Termasuk satu keinginan saya untuk bersama dengannya satu hari nanti. Namun, jika Tuhan mengendorkan pelukanNya pada mimpi saya tersebut, saya juga cukup menerima maksudNya bahwa saya akan dilimpahi lagi dengan cinta dan cerita lain yang lebih membahagiakan.
Mengutip ucapan dari seorang mantan paling "bedebah" itu, saya adalah perempuan kuat, maka sayapun meyakinkan diri saya bahwa saya akan tetap kuat walaupun abu hujatan dan hinaan menghujani saya. Bahkan jika saya ditakdirkan untuk sendiri lagi.....


*************