Demi memuaskan Jeng Swasti yang berkali-kali mengingatkan PR berantainya yang dia kasih ke aku beberapa hari lalu, jadilah beberapa hal yang semestinya kusimpan di bawah ini kuungkapkan dengan ikhlas. Semoga ga eneg aja bacanya ya.
To know me precisely, you can even figure out from the 10 brief stories I wrote below:
1. Yes, I do 
Dulu
pernah ngefans banget n berharap bisa jadi pacar seorang kakak tingkat ya
ng lucu n rock and roll banget. Suaranya yang merdu banget pas nyanyi n masih terngiang sampe sekarang. Tapi ternyata dia ngga terlalu ngeh sama aku Satu tahun sesudahnya dia suka sama teman dekatku dan melakukan pendekatan habis-habisan dengan aku dan seorang teman lagi sebagai mac-com nya. Suatu hari sesudah kencan dan memberi mawar dan sebagainya

, dia menelpon menanyakan apakah temanku tadi mau jadian ma dia. Guess what, I was the one who picked up the phone karena temen aku itu sedang malu-malu kucing and baru bangun tidur pula.
Temenku : (Teriak) bilang “yes I doooo… “

Aku : (Sambil pegang telpon) ya udah ngomong dewe!

Lelaki rock and roll : Gimana, Tuk Platuk? dia jawab apa? (that’s how they call me.)
Aku
: (Bingung – harusnya dia jawab dewe ya??) “Yes, I do!”
Lelaki rock and roll : ha?
Aku : Dia bilang “Yes, I do!”
Kudunya dia bertanya itu setahun sebelumnya kepadaku ya! Hahahaha…

2. Clubbing? So far Jez Once!Itupun karena terpaksa demi mencari data para waria yang asyik rumpi-rumpi di sebuah diskotik dalam acara pemilihan Miss Waria di Surabaya. Kalau bukan karena kenekat
an memilih judul “Slang Used by Waria in Surabaya” aku ngga akan berani memasuki tempat itu, selain jalanan tempat mereka mangkal tiap malam minggu. Beberapa teman cowo dan waria yang membawaku serta ke sana sudah lihai menikung dan mencak-mencak sambil mabok.


Lirikan dan rumpian para gay dan waria yang melewatiku makin membuatku pengen cepet-cepet get fuck out of that crow
ded.

Bukannya sok alim, tapi aku kagok soroh (banget) berada di sana.
3. Dilombok
Gara-gara ada segerombolan anak-anak lewat di depan rumah pada “belajar” ngomong
jantjoek akupun sebagai anak berusia 4 tahun yang cerdas dan well learner, ya ikutan lah.

And the disaster came…
Mendengar aku dengan fluently alias gape ngucap kata itu, dengan tanggap dan sergap, Ibu datang dengan beberapa cabe rawit di tangannya dan yes, aku sukses makan dengan paksaan!

Langsung nangis Bombay

sebelum ditolong mbah putriku dengan gula-gula ditangannya. Sejak itu, aku nda berani makan cabe rawit n ngerasa jijik sama sambel di atas cobek.
4. Desy PrakosoHe was the boy of every young girls dream about…

hahahaha.
First boyI cru
shed.

rambut kriting, berubuh ceking dan tentunya idola cewe-cewe kelas 5 n kelas 6.. hahahaha
Dia waktu itu kelas 6 dan aku kelas 5. Sempat surat-suratan, cuy!
(norak sorohhhh!!!!)
Kelasku dan kelasnya terpisah oleh pintu yang memungkinkan kelas 5 mengintip kegiatan anak-anak kelas 6. Dan pastilah aku ngintip downg…. Secara ada Desy gitu lo di sandang! Suatu hari kegiatan
spying menghasilkan pengetahuan baru tentangnya. I saw Desy Prakoso lagi menyalin PR teman sebangkunya sambil berkali-kali menggerakkan bagian mulut dan hidungnya, mirip banget mantan presiden RI yang terkenal dengan ucapan,
“gitu aja kok repot!” Ternyata itu adalah kebiasaannya bow!!!
Seorang teman yang sempat aku certain sambil menirukan kebiasaa Desy Prakoso tadi tertawa sampai terkencing-kencing. Hahahahaha…


aku aja kalo mengingat kisah itu selalu membuatku ngakak ga karuan kok, apalagi orang lain. Kira-kira gimana dia sekarang ya...
5. Inggris 9, Indonesia 5Lulus SMKN Kejuruan dengan hasil transkrip di mata pelajaran Bahasa Inggris 9,17 dan Bahasa Indonesia 5,67. Sedih sekali karena ngga pernah maksimal mempela
jari bahasa sendiri. Dan itu adalah nilai terburuk diantara sekian banyak mata pelajaranku kala itu. Usut punya usut ternyata guru bidang studi suatu pelajaran menentukan sekali hasil yang bisa didapat seorang murid. I didn’t have any comprehensive Bahasa teacher in that years.
6. I’ll be Back 
Selalu saya ucapkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang baru. Sepertinya ada chemistry tersendiri untuk mengatakan kalimat itu jika aku menyukainya, sehingga sesuatu yang bagiku di luar mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan berulang. Semisal tak pernah terbersit keinginan untuk ke Jakarta namun ntah mengapa ketika meninggalkan Jakarta 3 tahun lalu aku membatin pelan,”I’ll be back!” Dan ternyata kota itu mengharuskanku berkali-kali ke sana untuk urusan ini itu. Begitupun dengan Bandung dan Semeru. Kedua tempat susulan yang membuktikan bahwa dengan kata-kata I’ll be back itu aku selalu kembali ke sana. Sepertinya nanti kalo diijinkan menginjak NYC, p
asti aku akan bilang, “I’ll be back again and again!”
7. MesumIni yang sering aku tanyakan pada beberapa teman. Kejadian pertama waktu di Kute sore hari. Beberapa teman sudah mendapat beberapa bule buat diinterview sebagai tugas Mata Kuliah Manusia dan kebudayaan Indonesia serta speaking. Karena sudah malas jalan n sudah selesai hunting bule, aku dan temanku (which looked brighter and whiter than me!) seorang bule menghampiriku mengajak jalan-jalan menyusuri Kute. Bow… malam di pantai yang enak ya makan jagung sambil kejar-kejaran kek di iklan silverqueen. Hahaha..
Bule : Come on. I’ll give u pleasure!
Me : Nunjukin muka super blok’on n tolah toleh ke teman di sebelah

Bule : I’ll give you some presents how about that?
Me : I think u are knocking a wrong door!


Bule : Alright. Where do you stay? What number?
Me : Udah pengen nggampar mukanya



Bule : I’m staying in….. and this is the room number… (ngasih name card hotelnya)
Me : Langsung beranjak jalan dan menggandeng temanku erat-erat (suerr takutt)
Bule : How much are u???




Aku langsung ngacir, sempat pake acara tarik-tarikan tangan sama bule sialan itu.
Empet kali tuh bule! !!!
Dan beberapa kejadian susulan di Gambir dan Bandung yang kalo diceritakan akan sangat panjang dan lucu. Yang jelas sesudahnya aku pasti sms beberapa teman dan berakhir dengan pertanyaan, “Emang muka gw mesum ya?”
8. Birthday 

Ngga pernah ada perayaan Ultah kusus selama aku bernapas kecuali
ulan
g tahun ke 25. Guess what was my wish before? Waktu itu aku berdoa ingin sekali meniup lilin di usia seperempat abad di luar tempatku lahir dengan orang yang kucintai (cieeeeeeeee). Sebagai tanda aku bisa memulai kehidupan yang lain yang jauh dari rumah. God he
ard me. Waktu itu enoy datang membawa sebuah black forest kecil titipan kak Vera di sela-sela acara Buka bersama teman-teman pendaki di Ragunan.
Semua memberi ucapan selamat dan ah… that was the sweetest thing I have ever had. Kado terindah yang ngga pernah kusangka akan datang dari teman yang lain bukan dari orang yang kucintai kala itu.

Hemmm… I love you friends…

9. Maaf, jangan Pentas dulu Yang ini agak sedih untuk dikenang.
Semasa TK mungkin terlalu aktif dan suka petakilan jadi di setiap kesempatan, guru-guru TK itu selalu mengikutsertakan aku di beberapa acara luar sekolah. Tapi anehnya orang tua murid dikenakan biaya sewa kostum, transport dan lain-lain. Ada satu acara yang aku sangat ingin ikuti ketika terpilih mengikuti pentas tari bunga.
Namun, satu hari Ibu mengatakan pada Bu Endang supaya aku jangan dipilih terlebih dahulu karena tidak ada uang untuk membayar sewa kostumnya dan lain-lain. Nelangsa rasanya. Padahal sempat ikut latihannya…

Kalau mengingatnya aku makin bersemangat menjalani hidup dan bekerja supaya anak-anakku tidak mengalami cerita yang sama seperti itu. …
10. Jadi GuideSMKku dulu punya travel agency yang melayani pengaturan tour, biasanya ke Bali n tiap murid pasti kebagian sekali membawa rombongan ke sana. Mungkin karena tidak ada persiapan khusus buat memberi pelatihan ke murid-murid jika ada tour dadakan, maka aku dapat jatah sampe 4x membawa rombongan sebagai guide dan kadang sekaligus tour leadernya, sementara yang lain ada yang belum sempat diberangkatkan.

Karena juteknya, seorang teman ngga mau ngomong dan menyapaku sampai kelulusan tiba. Ya siapa sih yang ngga BeTe kalo dia belum sempat jalan-jalan gratis sementara ada yang sampai 4x dapat, dapat duit pula! hahaha…

Halah. Bukan salahku, kalee…


************
Dan akhirnya kurantaikan PR ini pada orang-orang tua aja deh biar tau mereka kek apa pas masa penjajahan dulu:
1. Farid (tralala.. trilily...)
2. Nanda
3. Abah Fachrie (Gigolopala)
4. Rycopobia
5. Penjaga Makam
6. Om Jarot
7. Tante Harlie (Dunia Inoi)
8. Dhanis Wanardi
9. Mbak Diantini
10. Bang Rasyid (Karat Outdoors)
kerjain ya... :p
***poto cabe nyomot di hotradero.multiply.com