Friday, September 14, 2007

Salak 8-9 Sept 2007


Konferensi apaan sih??

Ga ada poto pemandangan yang menarik buatku di Salak. Jadi biarlah kupajang gambar-gambar kami yang ceria
HEY. I CAN REACH SALAK MYSELF, finally............

Thursday, September 13, 2007

THE SUN NEVER SAYS



EVEN

AFTER

ALL THIS TIME

THE SUN NEVER SAYS TO THE EARTH,


“YOU OWE ME”


LOOK

WHAT HAPPENS

WITH LOVE LIKE THAT

IT LIGHTS THE

WHOLE SKY


(Poems By HAFIZ, the Great Sufi Master)

 

Mendaki Bersama Jompo-Jompo Beken

Jam menunjukkan pukul 4.15 sore ketika hutan di pundak Salak sudah diselimuti mendung dan halimun. Langkah-langkah kami bertiga masih bersahut-sahutan meninggalkan rombongan di belakang. Beberapa kali kucoba berhenti untuk menunggu rombongan tersebut. Namun, Bang Hendri (sang penulis beken) dan Taufan (Sang apa ya?? Ya… penulis menunggu beken lah :P)  meyakinkanku untuk terus berjalan dan menunggu mereka di puncak. Maka tetap berjalanlah aku dengan napas ngos-ngosan ditemani suara active speaker yang dipasang di keril Taufan yang menembangkan “sebelum cahaya”nya Letto yang mungkin sudah kali ke 75 aku mendengarnya hari itu.

20 menit kemudian setelah melewati pos 6, hujan benar-benar turun. Letto tau diri, dia diam dalam active speakernya. Namun, langkah kami tetap perkasa melewati genangan-genangan air dan basahnya daun-daun di tanah. Hujan membawa berkah, aku bisa berkonsentrasi penuh akan jalan dan tak menghiraukan kram di perutku. Sesekali aku terjatuh dan melenguh sebal. Heeeeeeeeemmmmmm.. Grrrrrrrrrrrrrrrr…. “Kapan sampai puncaknya???” pikirku hampir stress.

Dan saat jarum jam hampir menunjukkan pukul 6 tet, terdengar suara-suara orang di atas. Wah akhirnya sampailah kami di satu tempat yang ada makamnya. Ya itu dia puncak Salak 1. beberapa pendaki sudah berlindung di dalam pondok yang ada di sana.

Setelah bersalaman mengucap selamat, kami bertiga ikut bergabung bersama mereka sambil menunggu rombongan yang tertinggal.

“Bang Hend, keluarin trangia dong, ku buatin kopi deh”

“Spirtusnya di carier Ori san!”

Gludaxxxxx ???????? hsjdgjasdgadsadgjydg!!!!!!!!!

“Punya Mas Taufan mana?”

“Itu dia masalahnya San, aku bawa trangia tapi spirtusnya dibawa Kisut!”

OMD – Oh My Dog! Apa kata beruang madu, kaki oglek dan terutama sherpa Kisut kalo rombongan pada nyampe puncak tapi kami belum masak buat mereka. Maafin kita ya temans. Bukan maksud hati ga peduliin kalian, tapi apa daya ga ada yang bawa spirtus geto lho!

 
Hujan agak reda dan Bang Hendri mendirikan tenda imutnya.

Sip deh bisa ganti baju neh.

“Bang Hend, gimana kalo Om Bongkeng di bawah kakinya kumat, terus decide stay di bawah?”

“Semoga ga deh, San.”

Dan akhirnya, kira-kira setengan delapan terdengar suara ribut dan nyala headlamp yang makin lama makin dekat. Yup, it’s them. Cihuyyyyyyyyyyyyyyyyyy akhirnya Tante Enoy, Om Bongkeng, Bang Nanda dan Kisut nyampe juga.

Bersalam-salaman lagi lah kami sambil cipika cipiki. Tapi Buluk, Epi??? Di mana? Ternyata Buluk harus mengawal bawaan barunya yang innocent dan lucu ini sampai harus tertinggal di belakang. hehehehe….

Syukurlah kami bisa berkumpul. Meskipun protes Kisut paling keras karena ga ada yang hangat-hangat menyambut mereka, dia juga masih getol masak dalam pondok.

Menu kami malam itu ada sup macaroni, meatball + noodles cukup untuk menghangatkan badan kami.

Kira-kira pukul 11, saat hujan merada,  tenda-tenda didirikan dan kamipun tidur pulas di dalamnya. What a day……… Ups.. ternyata syndrome Blothonk berlanjut di salak. Kong Nanda jangan keras-keras donk kalo main biola. Udah malam wei… Huekekekekekek……..

 

Minggu Pagi di puncak.

Bacot-bacot para jompo VS para anak muda yang imut dan ga pernah mati gaya saling bertempur.

“Kek-nya gw salah gaul jalan ma Bang Hendri ma Mas Taufan nih. Jalannya ngebut habis. Tau dirilah kalo udah jompo jalannya pelan napa!”

Huauhahahhaa… Aku lupa pembelaan macam apa yang mereka buat waktu itu. Yang kuingat adalah most of them, the jompoers mirip mandor jaman kompeni. Kami yang masih muda dan lagi ranum-ranumnya ini disibukkan dengan kegiatan masak-memasak.

“Mas, kamu kan nganggur, mbok ya cuciin piring kek biar bisa cepet makannya”

“Gue ga nganggur San, gw ngeliatin lw-lw pada masak!” Begitulah bacot-nya.

Dan lagu letto “Sebelum cahaya” membuat masakan kami terasa eneg secara itu yang ke 150 kali kami dipaksa si pemilik MP3 buat mendengarkannya. Hahahahahaha. Makasih buat yang udah ngirimin kami lagu ini. Gw suka kok. Terutama buat Letto yang udah membuat lagu sedemikian menenangkan dan nyindir (hahahahha) Nih bikin catper juga ditemani lagu Letto. Hehehehe…

Dan menu kami pagi itu sangat-sangat European style banget, omelet, tumis baso dan sosis, roti bakar dan tak lupa teri kacang getho lho! Nutrijel kami bawa untuk lunch di mata air.

 
Setelah puas saling mencela dan keadaan perut puas terisi, we went down at 11.00.

Kira-kira pukul 6 sore kami benar-benar sampai di pos untuk mandi dan menunggu angkot.

 
Alhamdulillah, Puncak Salak akhirnya berhasil kuraih


Temen-temen lama ku Bang Nanda (Beruang Maduku) met Ultah ya… makasih buat traktirannya.

Om Bongkeng jangan lupa dikopi semua poto-potonya ya di CD.

Tante Enoy sayang gw setubuh ma lw “Gw ga takut ga punya suami, yang gw takutin gw punya suami tapi bodoh!” mantab banget tuh.

Taufan, the lonely tracker, gw ga tau harus coment apaan buat bro gw yang menyebalkan abis dan bikin gw mati gaya nih.. thanks for your help. Gusti Pengeran sing Mbales cuy!

Kisut.. dah berapa kali naik gunung ma kamu ya?, yang jelas kamu selalu bikin semua orang bahagia.

Buluk, hehehehehe.. apa ya???  Makasih buat teri kacang sama unyilnya, san simpen deh…

 
Teman-teman baru yang ternyata menyenangkan

Bang Hendri, makasih buat saran-saran melangkah dengan mantab pas turun. Baru kali ini gw jalan ma penulis dan praktekin semua teori-teorinya. San mau kok bantu bikin buku yang kita ngomongin itu. Oh ya asal bang Hendri juga mau bantu bikin Tips Menjaga Hati Di Atas Gunung ya…. Hehehehehe

Epi yang innocent dan lucu… kalo ada acara naik ma teman-teman pendaki, ikut ya.. ga nyesel kan jalan ma kita. We’ll see again dear, as our promise.

 Maaf kalo ada salah dalam bersikap dan berucap.

Ruang di Jari-jari tangan itu

Tuhan ciptakan ruang di antara jari-jari tanganku
bahwa suatu saat kan ada yang menggenggamku
tuk bersama menjemput mimpi yang kupunya


From the one who put me high when I'm down.....

Tomat

Entah kenapa akhir-akhir ini gw seneng banget ma tomat. Selama 25 tahun lebih melek di dunia ini belum pernah gw mengkonsumsi buah bernama tomat. Ada rasa jijik ketika memakannya mentah-mentah. Semua makanan yang mengandung tomat pasti kusungkirkan.

Namun ada satu perjalanan yang mengubah ketidaksenanganku akan buah merah ini. Perjalanan menuju satu puncak di mana gw haus banget dan pengen makan sesuatu yang bisa ngilangin kelelahan ini. Seorang kawan menawarkan buah warna merah yang dia bawa dari bawah. Sepertinya seger banget kalo gw makan. Maka ketika dia menawari buah itu, gw bilang ke dia.

“Emang enak apa makan tomat polos kek gitu?”
”Ha? Lw belum pernah? Enak lagi… Cobain deh.” masih teringat wajah herannya melihat manusia yang ga pernah mengkonsumsi buah kesukaannya.

Sambil memejamkan mata dan rasa penasaran yang sangat gw cobain sedikit potongan tomat itu. Dan ternyata…. Eeeemmmmmmmmm segereee banget rasanya asem manis campur gitu.

“Mau lagi dunk” kata gw "grangsang"

Temen gw tadi katawa…. Wah ketagihan nih anak.

Gw ngira ketagihan makan tomat cuman terjadi di gunung ternyata ga. Sekembalinya gw di peradaban gw ternyata makin seneng ma buah ini.

Jadi mulai detik itu gue selalu nitip tomat buat stock di rumah seandainya mamz ke pasar. Siang tadi setelah interview nan panjang di sebuah logistic company, gw dapat jatah lunch european menu di cafetarua perusahaan itu. And guess what, there are plenty of tomatoes. merah lagi... jadi piring gw full of pieces of tomatoes. Lebih banyak dari nasi (Ya... mumpung lagi dapat bonus libur puasa) Dan gw puasss banget. Makan sambil inget temen gw yang ngenalin si merah mesum ini. heheheehe.... dia bakal ngatain gw apa ya kira-kira???

Makasih buat lw yang sudah mengenalkan gue ke buah ini.

Next time, we’ll eat tomatoes together again if the time allows yach, and though you will declining me.

I do love tomatoes...


Thursday, August 23, 2007

Sunrise trip to Panderman

Start:     Oct 18, '07 5:00p
End:     Oct 19, '07
Pengennya ke Panderman Malang habis Hari Raya Oktober ini bareng kawan lama yang sempat hilang, Johan. Kata dia berangkat malam n langsung disambut sunrise di puncak paginya. Ada yang mau ikut? Monggo deh....

Wednesday, August 22, 2007

Bromo Mei 2007




With some friends that I have during university.... Reuni gitu deh touring bareng-bareng naik motor. Berangkat Sabtu jam 11 malam nyampe di lautan pasir jam 5. Ga kebagian sunrise :(( tapi tetep seneng.
Next trip ma mereka ke mana lagi ya?