Thursday, November 15, 2007
ngimpiin mimpi
Hem, cukup menginspirasiku dalam dunia nyata untuk berusaha menghapus mimpi-mimpi yang ingin kuraih namun karena beberapa hal membuatku harus memutuskan untuk menghapusnya pelan-pelan dan satu persatu (aku ngikutin teorinya :D).
Ngga tau juga. Sepertinya sudah lelah aku bermimpi setelah apa yang pernah kuimpikan tak banyak yang tercapai.
Dan ntahlah, mungkin Gusti Ing Murbeng Dumadi, Tuhan sekalian Alam, the God Almighty sedang asyik bermain dengan hidupku yang mungkin lucu bagiNya. dan tanpa sadar akupun terhanyut dlm permainannya dan tidak mau berusaha lepas.
Duh, Gusti Pengeran, jika saya harus berhenti , hentikan langkah saya dengan indah.
Jika saya harus meminta, jadikan sebuah permintaan itu dengan harga diri yang hanya Sampeanlah yang bisa memberikan harga yang layak dari yang mereka tawar.
Sunday, November 4, 2007
Jagoan kami
Inilah si penguasa rumah selam hampir 3 tahun terakhir. Namanya Hafidz Arifin Ilham Susanto. Waktu kecil, lucu banget ngegemesin dengan gurata-guratan halus berwarna merah di pipinya yang sampe sekarang jadi sasaran untuk kugigit tiap kali dia membangunkan aku di pagi hari.
Satu-satunya ponakanku dan yang paling disayangi oleh emak ma ayah di rumah...
Pernak Pernik kecil
Kemaren waktu pindahan kamar, ada beberapa benda mengusik mata untuk kutengok. dari buku - buku harian tempo dulu yang dipenuhi kisah kasih masa remaja (cuihh) , sebel ma guru-guru d SMP-SMA, dosen-dosen pas kuliah sampai berpuluh-puluh resolusi yang pernah saya tulis - yang sekarang sudah jarang aku lakukan -. Ada juga poto-poto tempo dulu yang menarik untuk dilihat lagi. Namun ada hal menarik lainnya selain buku diary dan poto-poto tersebut. Satu kotak kecil berbentuk Sponge Bob yang bahannya dari seng yang ada di dalam 1 drawer yang memang sudah jarang pernah kubuka.
Semua berisi pernak-pernak kecil yang kadang kurasa sangat aku butuhkan. Dari hand Body kecil yang berbentuk tube, lilin aroma therapy, sapu tangan handuk warna merah, puff untuk mandi yang jumlahnya mungkin sekarang sudah lebih dari 5 dan halus banget kalo dipake + awet. Parfum-parfum kecil yang aku sendiri tak tau apa akan kuat dan ga pusing kalo aku memakainya (secara bukan terlahir dengan darah ningrat :)) ). Mungkin mahal mungkin juga nggak. Yang membuatku tersenyum adalah cream-cream penghilang kasar di kaki kalo habis naik gunung.
Hem... DJ - that's how I called him- Entah karena ingin membuatku senang atau memenangkan hatiku, DJ sering ngirimin aku pernak-pernik lucu dan kadang bermanfaat itu. Sepertinya harga barang-barang itu tak semahal ongkos kirimnya, kadang aku sampe ketawa aja tiap kali pak pos datang dan tanya isinya apaan? "hand body mungkin pak."
si pak pos pasti geleng-geleng kepala... Emangnya di Indo ga ada yang produksi hand body?
Apapun itu yang jelas DJ sangat perhatian. Lebih perhatian dari diriku sendiri. Satu lagi dia anti banget kirimin aku whitening cream yang orang-orang Indo banyak pakai. hahahaha...
Orang Bule mang suka banget ma kulit-kulit item kucel gini.
And ntah kenapa aku masih mengingkari takdir hehehehe....
Ke Jakarta aja deh
| Start: | Nov 5, '07 12:00p |
| End: | Nov 12, '07 |
| Location: | Surabaya -Jakarta |
Kemungkinan besar juga waktuku di sana akan akan tersita oleh Achmad Dhani. Aku harus nenangin dia. Kasih support, bahwa di dunia ini bukan Maya saja yang pantas buatmu. (Khayalan si miskin..... hahahahahhahahaha)
Pengen juga mampir ke Kebun Raya Bogor
Kalo sempet mampir ke monas sabtu or minggu pagi.
Dah lama ga liat bronis-bronis lari pagi ngiterin taman di bawah monas.. cuci matane sik rek.. :D.
See u.....
Saturday, November 3, 2007
Cinta yang seperti lilin itu....
Jika memang cinta kita seperti lilin, biarlah ia habis meleleh menerangi sekitarnya.
Kuingat, waktu pertama kali senyuman itu kembali muncul tanpa embel-embel tuntutan untuk mencinta.
Kuingat, saat semua bermula dari pertautan hangat yang membuatku tersenyum di pagi hari nan buta berselimutkan kabut dan kemuning.
Kuingat, ketika embun mulai mencair, kitapun melangkah sambil menyerukan canda dengan lepasnyayang mungkin payung berwarna lazuardilebih mengerti apa yang kita tertawakan
Masih kuingat juga tatapan lucu diselingi sapuan peluh kita selipkan celaan tak bermartabat tentang kita dan juga tentang mereka.
Hingga, tanpa terasa genggaman kita pun menjadi keharusan untuk menghangatkan malam di bawah purnama nan dingin dan embun-embun yang mengitari napas-napas penghuni hutan yang kian menggigil.
Hingga kita tersadar bahwa langkah ini tak kan bertepi meskipun kita paksa.
Terlalu berat menapaki bukit dengan keterjalan berpuluh-puluh derajat dan jurang serta lembah di samping kiri dan kanan kita.
Jadi biarlah
jangan paksakan kaki ini tersiksa.
Selagi aku masih bisa memelukmu lewat mimpi
Dan selagi kau masih bisa menatapku lewat jiwa
Biarlah kita bertahan di sini menikmati hembusan angin yang membuat kita damai
Tanpa keinginan untuk meleburnya
===================
Untukmu yang tulus dan ikhlas seperti lilin yang menerangi temaram hatiku. Di manakah dirimu.....
Sabtu sore di balik jendela berkaca di dalam studio poto nan dingin. Suara guyuran air dari langit itu kian deras di telingaku meskipun suara Chantal Kreviazuk dengan "feels like home"-nya berulang kali menyumbat kencangnya hujan yang tak ingin kutoleh. Aku membelakangimu hujan, meskipun sudah lama aku merindukanmu.
Friday, November 2, 2007
To Honor You
Hanya saja aku perlu waktu untuk tidak melayani amarah dan pertanyaan-pertanyaan yang harusnya tidak dialamatkan padaku di masa krisisku.
Jangankan menjawab dan memberi penjelasan, jika mungkin aku bisa tak melihat senyum-senyum itu sementara ataupun menerima cercaan sayang dari mereka yang bilang menyayangiku tanpa tau keinginanku...
Frigid
Aku lagi pengen egois dan sepertinya mereka belum mengerti kenapa aku jadi seperti ini.
Dan rasanya bukan kepentingan mereka untuk tau kenapa si moody datang tiba-tiba bertepatan dengan kepulanganku dari kaki gunung itu.
Aku hanya ingin diam tanpa ditanya kenapa.
*************************
jika kunyatakan aku tak siap, bisakah kau terima..
jika kubilang aku sedang ingin melangkah sendiri, apakah kau pahami?
jika kubilang aku sedang merasa nyaman duduk sendiri memandang bintang dan merasakan sakit atas kesalahanku menginjak ranting yang patah semalam akankah kau berdiam?
- untukmu yang selalu minta dipahami tanpa berusaha memahamiku......
I'm just human being without any reason to fall