Sunday, November 4, 2007

Ke Jakarta aja deh

Start:     Nov 5, '07 12:00p
End:     Nov 12, '07
Location:     Surabaya -Jakarta
Pengen maen-maen ke Jakarta neeh... kangen ma Ariel Peter Pan n mau nengok keadaan Syaiful Jamil setelah diputus tali kasihnya sama Dewi Persik. Sapa tau setelah ketemu aku , dia bakal sadar "keknya nih perempuan yg harusnya gw kejar dari dulu... " (La emangnya aku maling?!).
Kemungkinan besar juga waktuku di sana akan akan tersita oleh Achmad Dhani. Aku harus nenangin dia. Kasih support, bahwa di dunia ini bukan Maya saja yang pantas buatmu. (Khayalan si miskin..... hahahahahhahahaha)
Pengen juga mampir ke Kebun Raya Bogor
Kalo sempet mampir ke monas sabtu or minggu pagi.
Dah lama ga liat bronis-bronis lari pagi ngiterin taman di bawah monas.. cuci matane sik rek.. :D.
See u.....

Saturday, November 3, 2007

Cinta yang seperti lilin itu....

Jika memang cinta kita seperti lilin, biarlah ia habis meleleh menerangi sekitarnya.



Kuingat, waktu pertama kali senyuman itu kembali muncul tanpa embel-embel tuntutan untuk mencinta.
Kuingat, saat semua bermula dari pertautan hangat yang membuatku tersenyum di pagi hari nan buta berselimutkan kabut dan kemuning.
Kuingat, ketika embun mulai mencair, kitapun melangkah sambil menyerukan canda dengan lepasnyayang mungkin payung berwarna
lazuardilebih mengerti apa yang kita tertawakan
Masih kuingat juga tatapan lucu diselingi sapuan peluh kita selipkan celaan tak bermartabat tentang kita dan juga tentang mereka.

Hingga, tanpa terasa genggaman kita pun menjadi keharusan untuk menghangatkan malam di bawah purnama nan dingin dan embun-embun yang mengitari napas-napas penghuni hutan yang kian menggigil.

Hingga kita tersadar bahwa langkah ini tak kan bertepi meskipun kita paksa.
Terlalu berat menapaki bukit dengan keterjalan berpuluh-puluh derajat dan jurang serta lembah di samping kiri dan kanan kita.

Jadi biarlah
jangan paksakan kaki ini tersiksa.

Selagi aku masih bisa memelukmu lewat mimpi
Dan selagi kau masih bisa menatapku lewat jiwa
Biarlah kita bertahan di sini menikmati hembusan angin yang membuat kita damai

Tanpa keinginan untuk meleburnya

===================
Untukmu yang tulus dan ikhlas seperti lilin yang menerangi temaram hatiku. Di manakah dirimu.....

Sabtu sore di balik jendela berkaca di dalam studio poto nan dingin. Suara guyuran air dari langit itu kian deras di telingaku meskipun suara Chantal Kreviazuk dengan "feels like home"-nya berulang kali menyumbat kencangnya hujan yang tak ingin kutoleh. Aku membelakangimu hujan, meskipun sudah lama aku merindukanmu.

Friday, November 2, 2007

To Honor You

Tak ada maksud menganggapmu tak terhormat dengan meniadakan aku sejenak saat di sekitarmu.
Hanya saja aku perlu waktu untuk tidak melayani amarah dan pertanyaan-pertanyaan yang harusnya tidak dialamatkan padaku di masa krisisku.
Jangankan menjawab dan memberi penjelasan, jika mungkin aku bisa tak melihat senyum-senyum itu sementara ataupun menerima cercaan sayang dari mereka yang bilang menyayangiku tanpa tau keinginanku...

Frigid

Ada saat di mana aku pengen sendiri tanpa perlu permisi harus berjalan dengan cara apa, kangen pada siapa ataupun tidur dengan merem atau melek.

Ada saat di mana aku tak butuh satu alasanpun untuk terlelap dan membuka mata.

Aku lagi pengen egois dan sepertinya mereka belum mengerti kenapa aku jadi seperti ini.

Dan rasanya bukan kepentingan mereka untuk tau kenapa si moody datang tiba-tiba bertepatan dengan kepulanganku dari kaki gunung itu.

Aku hanya ingin diam tanpa ditanya kenapa.

*************************

jika kunyatakan aku tak siap, bisakah kau terima..

jika kubilang aku sedang ingin melangkah sendiri, apakah kau pahami?

jika kubilang aku sedang merasa nyaman duduk sendiri memandang bintang dan merasakan sakit atas kesalahanku menginjak ranting yang patah semalam akankah kau berdiam?

- untukmu yang selalu minta dipahami tanpa berusaha memahamiku......

I'm just human being without any reason to fall

 

Wednesday, October 31, 2007

Sejenak melepas rindu di Kumbolo




Sementara yang lain mengetes betis dan napasnya berjalan meninggi di atas sana, kami memilih melepas rindu pada tenangnya suasana kumbolo, embun pagi yang lagi bersahaja yg kadang terpecah oleh panas matahari, ataupun desiran semilir angin yg datang melalui tanjakan cinta di belakang kami...
Riuh rendah terasa karena kami memasak dan menyantap makanan dengan ditemani pemandangan mengagumkan yang membuat setiap orang akan datang dan datang lagi dan lagi ke tempat ini...
Nikmatilah senyum-senyum ceria di pinggir dananu ini...

Narsisnya Begundal di Ranu Pani




Setelah acara melek lingkungan selesai mulailah kami berbuat mesum antar sesama panitia. Inilah begundals....

One Shining Day in Ranu Pani




Ada yang menarik di Ranu Pani sabtu pagi itu. Di lapangan Bola sebelah Ranu Regulo kami membuat beberapa kehebohan dengan menyenangkan hati para penerus bangsa yang berada di kaki Semeru.
Penuh tawa dan canda. Bertambah teman dan saudara. Dan tambah ilmu, juga tambah cintaku kepada Negeri ini...

Poto-poto ini kuambil sendiri pake kamera pinjaman punya Hanung (makasih ya Nung.. kapan-kapan diajarin moto lagi yach... )